"Hah? Apa diremajain?" tanyaku bingung sambil memanjakan tarian jari-jemariku di atas tuts-tuts keyboard.
"Kulit wajah." bentak Sasa, sambil mengayunkan sendok ke mulutnya, menikmati ceker krengseng dan perkedel kesukaannya.
"Kenapa kaya gitu? Emang kita udah tua gitu? Nikah aja belom." lanjutku, sewot.
Terburu-buru menelan makanan terakhirnya, Sasa menjelaskan dengan bijak.
"Jadi gini, Tata, ada banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan kulit kita dimulai dari make-up misalnya, faktor eksternalnya, pemakaian make-up secara berlebih, lupa membersihkan wajah setiap akan tidur, atau kotoran-kotoran yang menempel di wajah kita ketika kita bepergian keluar disebabkan polusi di jalan, bahkan hingga faktor internalnya, stress management yang kurang bagus, itu berpengaruh besar loh terhadap kesehatan kulit wajah kita. Jangan lupa, penampilan itu penting buat kita para cewek. Nah, salah satu caranya adalah meremajakan kulit."
"Hmmm..."
"Caranya?"
"Hmm...." sambutku cuek.
"Cara alami nih, Ta, ambil setengah centong nasi, sejumput ragi dan air secukupnya, lalu taruh di wadah yang dapat ditutup, toples kaca misalnya. And ingat, hindari wadah berasal dari bahan plastik, ndak sehat. Setelah itu, tutup rapat dan diamkan sekitar 3 jam. Terus, saring airnya dan gunakan untuk membasuh wajah. Tunggu selama beberapa saat lalu basuh dengan air dingin."
"Hmm..."
"Apa sih ham hem terus, Tata?"
"Baby you light up my world like nobody else, the way you flip your hair gets me overwhelmed... hoo... that's what makes you beautiful. Ih, lagu yang lagi kita dengerin cocok ya."
Menangkupkan satu tangan ke dahi, hadehh, Tata....






0 comments:
Post a Comment
Thank you for comment ni'am's blog