Subscribe For Free Updates!

I'll not spam mate! I promise.

Wednesday, January 25, 2017

Antara Aku, Dia dan Rasa



Entah sudah berapa lama aku duduk memeluk lututku dan menangis sejadi-jadinya. Mungkin 3 jam. Atau lebih. Puluhan lembar tisu berserakan di lantai. Tangan kananku berusaha membuka laci kecil di samping kananku, meraih kaca kecil milik Yolanda, admin cantik yang sedang kugantikan piket kerja hari ini, dan aku terkejut melihat pantulan dari dalam cermin. Mataku merah dan membengkak. Begitu juga dengan hidungku yang juga mengeluarkan ingus yang sibuk aku lap dengan tisu-tisu murahan. Garis bibirku berubah bak senyum yang terbalik. Jilbabku tak karuan. Sebagian rambutku terlihat di bagian depan. Moodku rusak. Sense of humorku hilang. Penampilanku terlalu menakutkan untuk dilihat bahkan untuk diriku sendiri. Mungkin itulah sebabnya kenapa para pria takut untuk membuat wanita menangis. Bukan karena mereka terlalu sayang ataupun cinta, tetapi karena wanita terlihat jelek ketika sedang menangis. And I proved it.
                “Permisi..” Tiba-tiba terdengar suara seseorang dari balik pagar.
                Sontak aku kaget. Cepat-cepat kuusap wajahku seadanya lalu beranjak berdiri dari kursiku, berjalan melewati pintu lalu membukakan pagar untuk seorang bapak paruh baya.
                “Mbak, paket. Dari Solo.” Ucap bapak tersebut dengan menyodorkan sebuah lembaran dengan maksud meminta tanda tanganku. Setengah kaget melihat wajahku yang amburadul.
                Ku intip paket tersebut yang bertandang di motor bapak ini yang ternyata adalah 5 buah kursi yang kupesan beberapa hari lalu.
                “Oh iya Pak, betul.” Kulap lagi sudut hidungku yang merah. Kuterima surat itu, kuberi tanda namaku lalu kukembalikan. Kami berdua lalu menggotong kursi-kursi itu dan menyandarkannya di samping pagar.
                “Makasih ya, Pak.” Sahutku sambil tersenyum memaksa.
                Tanpa sepatah katapun, diiringi dengan senyum tipisnya, ia pergi. Absurd.
                Aku lalu kembali duduk di kursi yang sama. Lelah dan bosan. Sendiri. Dan ini terjadi karena Yola, pagi-pagi tadi pukul 6 ia mengirimkan fotonya dengan wajah pucat pasi karena sakit. Bukti nih, begitu tulisnya. Ada-ada saja.
                Kuintip jam di dinding, pukul 1 siang and none shows up. Kuraih handphone di samping laptopku yang menyanyikan Teganya Rossa. Benar-benar tega.
                ‘Guys, kataya ngumpul di basecamp jam 1?’  tulisku di whatsapp grup yang baru dilihat 5 menit kemudian.
                ‘Mak, nunggu ujan.. deres beud sini -__-‘
                ‘Si Moni rewel mak, ibuknya ikutan rewel juga. Aku agak sorean ya !^_^’
                ‘OTW mandi mak ... ‘
                ‘...’
                Dan seabrek alasan-alasan lainnya. Iiiissshh. Ke luar rumah aja ah, nungguin bus lewat, terus teriak yang kenceng, Oooom telolet Ooooom... telolet telolet...
                Bosan menangis. Kubuka aplikasi BBMku, tidak ada chat masuk. Kubuka Whatsapp, hanya chat dari beberapa grup, Grup Tentor Nasional, ODOJ Sharing dan beberapa lainnya yang sedang malas kubalas. Kubuka Skype, tak ada pesan juga. Email, nihil. Tega. Akhirnya kubuka Facebook, geser-geser beranda, membaca status Facebook friends satu persatu. Berharap moodku membaik. Muncul foto-foto temanku yang sedang berbahagia dengan pesta pernikahannya. Ada juga yang memajang foto-foto anaknya dan lebih banyak lagi yang masih galau belum dipertemukan dengan jodohnya.
                Tuhan, jodohkan dia denganku. Kalau bukan, pokoknya jodohin aja yaaa... please??!!
                Tuhan, kuharap dialah yang selama ini aku tunggu. Dialah jodohku. Tapi kalau memang bukan, mungkin ada yang salah. Mohon di cek lagi...
                Atau dengan men-tag pacarnya dan menulis...
                Seperti peribahasa Arab, man jadda wa jodoh. Siapa yang bersungguh-sungguh, maka akan berjodoh. Hamas (semangat) untuk kita ya, sayang.
Kutepuk jidatku. Cepat pertemukan jodoh mereka Tuhan, agar beranda Facebookku tidak dipenuhi oleh orang-orang galau ... yang membuat aku galau juga.
                Tiba-tiba jari jemariku tergelitik ingin mengintip akun seseorang. Ya, seseorang yang begitu tega membuatku menangis sejak kemarin. Seseorang yang tak begitu kukenal. Seseorang yang hampir tak pernah kujumpai, may be 3 times. Seseorang yang entah sejak kapan diam-diam kukagumi. Seorang yang sopan, tegas dan tidak neko-neko. Tipikal yang aku inginkan. Seseorang yang cukup berarti bagiku dan yang hampir akan menjadi bagian dari masa sekarangku bila aku tidak ceroboh melangkah di masa laluku.
                “..........bila diperbolehkan, saya berniat mengkhitbah dek Nisa.”  Itulah inti dari surat yang pernah kudapat 2 tahun lalu dari temanku, Ani.
                “Gimana, Nis?” tanyanya sambil memandangku. Pandangannya penuh tanya. Kembali kupandangi dia dengan tatapan  yang tak kalah ... penuh tanya juga.
                “...”
                “Difikir-fikir dulu, Nis. Nggak usah keburu jawabnya. Nggak usah dibawa beban.” Ucapnya kalem.
                Aku masih terdiam. Entah harus berkata apa. Well, I dont know anything about this guy. So?
                “Umm.. iya Ni.” Jawabku ragu-ragu.
                “Sejauh ini Dika cuma tahu kamu dari cerita-ceritaku aja. Masih ingat kan waktu kamu tak ajak mampir ke rumah dia dulu? Kalian juga pernah ketemu di rumahku? Inget kan?” dia mencoba untuk memberi ingatanku gambaran yang lebih jelas tentang orang ini. Well, also, I dont remember we really looked at each other and talked. I really dont. He just walked by when I sat in a chair. That’s all. So, is it enough?
                “...”
                Kusentuh kolom search. Kusentuh nama teratas dari automatic results. Kugeser layar hpku ke atas, mencari-cari statusnya yang terbaru setelah cerpen kemarin. Ya, cerpen. Cerpen itulah sumber kesedihanku sejak kemarin. Hanya sebuah cerita pendek mengenai pernikahannya yang akan digelar beberapa hari lagi dengan seorang gadis cantik pilihan temannya. Hanya sebuah karangan pendek yang mampu merusak hari-hariku ke depan dan entah akan bertahan hingga kapan. Jika saja itu adalah sebuah novel, aku akan berhenti membaca bahkan ketika aku belum sempat menyelesaikan paragraf pertama. Atau apakah kita akan tetap melanjutkan hidup meski dari awal kita tahu bahwa happy ending itu tidak ada?

2 tahun yang lalu
                “Dingin bangeett... “ gumamku sambil kutarik selimutku lebih rapat.
                Tiba-tiba kudengar handphoneku berdering. Ogah-ogahan kuraih handphoneku disudut meja di samping bed. Bapak, memanggil. Duh ayahku sayang, ini jam berapa?
                “Assalamu’alaikum.” ucapku sambil kembali memejamkan mata.
                “Wa’alaikumsalam. Durung tangi? (baca: belum bangun?)” tanya bapakku dengan nada setengah bercanda, seperti biasa.
                “Asreeep (baca: dingin). Ini masih jam berapa, pakk?”
                “4.30, nduk. Bangun. Sembahyang.” Aku tahu nada geregetannya bapakku. Andai saja beliau ada disini, beliau pasti sudah benar-benar memaksaku bangun entah dengan mata melek maupun merem.
                “Nggih (baca: iya).” Jawabku dengan mata yang masih merem.
                “Bapak tadi malam mimpi...” tumben bapakku tiba-tiba curhat.
                “Hmm?” Aku masih belum kuat melek pakkk.
                “...mimpi disalami sama... Dika.”
                Aku tahu surga dunia itu ada, dan bersembunyi dibalik selimut tebalku, meringkuk di atas kasur ini di tengah-tengah hawa dingin adalah salah satunya. Dan ketika aku memejamkan mataku menikmati segala kenikmatan ini, bukan berarti aku kehilangan kesadaranku kan? Tunggu? Bapak tadi bilang apa?
                “...nopo? (baca: apa?)” mungkin aku mengigau.
                “Dari beberapa malam lalu bapak istikhoroh, seperti yang sampean minta. Dan tadi malam .. itu. Bapak mimpi disalami sama Dika ini.”
                Sekali lagi kukatakan, pagi ini hanya dingin. Oh, belum kukatakan sebelumnya ya? Well, let me tell you, pagi ini hanya dingin dan tidak hujan. Tapi kenapa aku merasa mendengar sesuatu yang keras dan menakutkan ya? Tidak ada petir kan? Atau mungkin suara dari kamar-kamar sebelah?
                “...” aku langsung terduduk. Selimutku jatuh dan aku tidak merasakan dingin lagi. Bagaimana bisa cuaca menjadi aneh begini? 5 menit yang lalu aku kedinginan dan sekarang tidak sama sekali? Aneh.
                “Umm..” dan aku masih belum tahu harus berkata apa. Kutepuk jidatku pelan-pelan agar tak bersuara. Gimana nih?
                “Piye, nduk? (Gimana, nduk?)” tanya bapakku sekali lagi.
                “Anu ... sebenarnya, saya sudah jawab langsung ke mas Dika masalah itu..” jawabku ragu-ragu.
                “Loh kan sampean minta tolong bapak buat istikhorohkan?” nadanya terdengar agak kaget.
                “La bapak ndak cepet-cepet ngasih kabar, kan udah seminggu lebih. Nisa kan ndak pengen mas Dika nunggu lama-lama. Ndak enak.” Ya Rabb...
                “Trus, jawabanmu?”
                “Yaaa.... ndak ..” kugigit bibir bawahku. Takut. Apa yang sudah kulakukan?
                Bapak diam. Aku mendengar beliau menghela nafasnya panjang-panjang seakan memaksa diri tuk bersabar dari beban hidup yang begitu berat.
                “Begitu ya?” tanyanya singkat.
                “Iya, Pak. Laaa aku juga ndak tahu-tahu banget sama mas Dika ini.” Alasan yang kurang cerdas.
                “Apa iya itu alasan?” Suara bapak lirih.
                Tiba-tiba tubuhku menggigil. Apa dingin lagi? Kenapa cuaca semakin absurd juga?
                                                                                                ~~~
                to be continued...

Thursday, April 2, 2015

Cara Membuat Link Download di Blog

Hello, everyone.

Untuk temen-temen pemula blogger yang mungkin sedang gigit jari karena kebingungan nyari cara untuk menambahkan link download di artikel kalian, Nee'am is here to help you, so, don't worry about that B-) Sebelumnya, link download sendiri yaitu tautan yang mengarah ke file untuk diunduh atau oleh pc. To get a better explanation because experience is the best teacher, check this out!

1. First thing that you must have before making the link is the link itself. Untuk mendapatkan link tersebut, temen-temen harus terdaftar dulu di situs-situs penyedia layanan download seperti mediafire, ziddu, 4shared dan lain sebagainya, maka dengan mudah temen-temen tinggal langsung dicopy link addressnya untuk dimasukkan ke artikel kalian. Kalau belum, silakan daftar dulu ya ^^
2. Kalau sudah mendapatkan link addressnya, temen-temen masuk ke dasbor -> entri baru/ new entry
3. Blok kata atau tanda yang akan ditautkan dengan link download
4. Klik tulisan 'Link' di bagian menu atas halaman membuat entri
5. Terakhir simpan dan publikasikan. Done ^^

Semoga bermanfaat ^^

Salam, Nee'am Tata

Contoh Tugas Annotated Bibliography


Anyone of you is majoring in English Department? Hands up! 

Is there any assignment to make an Annotated Bibliography which makes you mixed-up? I have already experienced, lol


pertama-tama, Annotated Bibliography itu hanya semacam rangkuman dari suatu artikel atau jurnal yang kita baca. Jadi, langkah pertama silakan temukan atau download jurnal dari berbagai macam situs. Setelah dibaca mulai dari awal hingga akhir, silakan membuat summarynya disertai judul dan nama pengarang serta sumbernya. Nah, untuk lebih jelasnya, langsung Nee'am berikan satu contoh dari tugas jaman bahuela Nee'am ya. Silakan di-download dari link di bawah ini.


Tetap semangat belajar yaaa!!!

Semoga bermanfa'at. ^^

Salam, Nee'am Tata

Tips Alami Meremajakan Kulit


"Hah? Apa diremajain?" tanyaku bingung sambil memanjakan tarian jari-jemariku di atas tuts-tuts keyboard.


"Kulit wajah." bentak Sasa, sambil mengayunkan sendok ke mulutnya, menikmati ceker krengseng dan perkedel kesukaannya.

"Kenapa kaya gitu? Emang kita udah tua gitu? Nikah aja belom." lanjutku, sewot.

Terburu-buru menelan makanan terakhirnya, Sasa menjelaskan dengan bijak. 

"Jadi gini, Tata, ada banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan kulit kita dimulai dari make-up misalnya, faktor eksternalnya, pemakaian make-up secara berlebih, lupa membersihkan wajah setiap akan tidur, atau kotoran-kotoran yang menempel di wajah kita ketika kita bepergian keluar disebabkan polusi di jalan, bahkan hingga faktor internalnya, stress management yang kurang bagus, itu berpengaruh besar loh terhadap kesehatan kulit wajah kita. Jangan lupa, penampilan itu penting buat kita para cewek. Nah, salah satu caranya adalah meremajakan kulit."

"Hmmm..."

"Caranya?"

"Hmm...." sambutku cuek.

"Cara alami nih, Ta, ambil setengah centong nasi, sejumput ragi dan air secukupnya, lalu taruh di wadah yang dapat ditutup, toples kaca misalnya. And ingat, hindari wadah berasal dari bahan plastik, ndak sehat.  Setelah itu, tutup rapat dan diamkan sekitar 3 jam. Terus, saring airnya dan gunakan untuk membasuh wajah. Tunggu selama beberapa saat lalu basuh dengan air dingin."

"Hmm..."

"Apa sih ham hem terus, Tata?"

"Baby you light up my world like nobody else, the way you flip your hair gets me overwhelmed... hoo... that's what makes you beautiful. Ih, lagu yang lagi kita dengerin cocok ya."

Menangkupkan satu tangan ke dahi, hadehh, Tata....

Monday, May 2, 2011

Kenapa Cowok Suka Sama Cewek yang Cantik?

Kemarin, tanggal 26 April 2011, aku sama temen-temen sekelas merealisasikan keinginan kami untuk berlibur ke Malang, farewell vacation gitu deh!! (Nb dikit buat yang pengen tahu, aku baru kelar UAN. Doain ya!) We decided to visit Cuban Rondo Fall, Town Square of Malang, and the last is Masjid Turen. 1 cuplikan adegan kecil nan imut ini terjadi ketika kami ada di Cuban Rondo.


Sehabis kami sarapan bareng wali kelas tercinta, Mr. Yahya dan 2 anak beliau yang keren-keren, Nabila dan Naufal (dimohon untuk tidak mengontak penulis apabila berkeinginan untuk meminta nomor telefon mereka. Karena selain mereka memang cantik dan cakep, mereka masih di bawah umur!), kami semua pencar di sekitar area air terjun. Tapi ada juga yang masih berlama-lama menikmati sarapannya (oh ya, ku belum sempet bilang. Terima kasih yang bebek disampaikan buat Mb Say, Mb Jack, Mb Tika, Mb Nuling, Mb Sarip, Mb Rofiq, Ajuz, Maz Chuz, Si Bur, Kicrut sama Cak Kapet buat lele lalap and ayam bakarnya, MANTAB!! Ntar aku undang wez buat masak di pernikahan aku, pokok gratis ya?? hehe), ada yang udah narcis jongkok-jongkok n megangin pipi di atas batu di kali (CRETT!), ada yang berdiri sambil merem sambil kedua tangan megang topi di kepala dg background air terjunnya (keren dunk?), ada yang lari-lari muter-muter bingung nyari tempat coz kebelet pi2s (ih, kayanya aku deh?), n berbagai macam kegiatan kami. Nah, kan cuma ada jalan setapak yang ada buat menuju ke air terjunnya, kebetulan aku sama temen aku ada di samping kiri jalan. Dan si Ririn the gank (sst, yang namanya Ririn ini cowok loh. Temen sekelas pada manggil gitu. Kenapa? Tahu, tanya aja sendiri sama orangnya!) ada di kanan jalan. Suddenly, cewek cantik mulus putih dengan rambut lurus sebahu n berponi, baju ijo sedengkul, jrong jrong... lewat...jalan menuju area air terjun, tanpa meduliin kami yang ada di sekitarnya. Gak tahu kenapa, aku langsung nglirik Ririn. Haha, muka dia lucu banget waktu aku liat! Dengan tampang polos, matanya jalan ngikutin langkah si cewek dan bibirnya agak melongo. Sadar aku lihatin dengan senyum-senyum, dia langsung nyolot.


"Ngapain, 'Am, senyam-senyum?"


Aku cuma geleng-geleng. Hihihi!


Hmm, after that, gue jadi kepikiran! Kenapa ya cowok selalu terpana dengan kecantikan cewek? Tepatnya sih cewek yang cantik. Sebenernya cowok marah gak sih kalo disamain sama kucing? (HAH!?) Kan ada yang bilang, kaya kucing dikasih ikan, gitu!(Ini sih mending disamain sama kucing, udah imut, lucu, pinter. Aku pernah tanya sama Maz Apu', salah satu santri lirboyo, eh disamain sama ayam bakar en sate loh! pas abis kutanya, beliau malah balik tanya,"Coba ketika pean lewat di depan orang jualan sate/ayam bakar, bagaimana perasaan anda? kepengenkah?" ealah, mohon maaf Maz Apu', dikarenakan ketika saya lewat, saya tidak merasa lapar, jadi saya tidak merasa pengen! "jadi kalo laper, pengen?" hmm, mungkin. "Thats it! Itulah yang namanya FITRAH!" hmm..) Kakak aku yang cowok juga pernah aku intipin hapenya, wih, banyak banget foto-foto cewek cantiknya! So, fitrah ya? Tapi, masa gitu doang jawabannya? Rasul juga ngasih pilihan buat para cowok kalo mau nikah sama seorang cewek, pilihan pertamanya juga kecantikannya. Nah, lho? Terus gimana dong sama yang gak cantik? hiks hiks.. (wah, hati-hati, bakal ada tsunami membanjiri layar komputermu neh! Yang nulis mau nangis coz ngerasa kalah saingan sama cewek-cewek cantik! haha) Ih, sorrrryy ya! (Yeee... gengsi mau ngaku?) LOH??? (ngeyeeel..) HEH?!! BERANI NGOMONG GITU?? (sst! jangan teriak-teriak! Ntar yang baca pada pergi loh!) huff, sabaar, Ni'am!!


"Yang cantik dong!" Jawab temen cowok aku waktu aku tanya kriteria cewek yang dia pengen.


"Gitu doang?"


"Ya gak lah, kudu feminin, pinter, setia, apalagi kalo kaya." Sambil menaikkan kedua alisnya+senyum aneh n ngomong lirih,"And kudu sexy!"


Hiks, yang model cewek busung lapar gimana dong? (untuk kedua kalinya, sang penulis ngerasa nih! Ha? Fuh, sabar, Ni'am! Walaupun ada yang bilang kalo nenek moyangku adalah kera, its ok! Aku gak bakal marah! gitu-gitu kera juga pinter kali, dikasih pisang bisa ngelupas kulitnya, makan pake mulut, bisa lari-lari muter-muter kalo diteriakin,"Si Ni'am pergi ke pasar... dung dung dung..."


"Yang penting dia setia and bisa ngertiin perasaan gue. Masalah cantik, itu sih belakangan." Jawab temenku yang lain suatu hari.


"Kalo orangnya ntar ternyata item, punya 3 tompel: di tengah jidat, hidung sama janggut (wah, rasi bintang tompel!), gendut, giginya tinggal 2 n maju 7 senti, rambutnya tinggal 100 helai, telinganya tinggal 1. . . "


"Loe bisa bilang jelek, tapi belum tentu orang lain berpendapat sama, 'Am! Cantiknya Oki Setiana Dewi di mata lo, belum tentu sama di mata gue. Karena setiap orang punya pengalaman berbeda dalam hidup mereka. Mereka punya penilaian dan referensi masing-masing untuk setiap masalah yang mereka hadapi..."


Kami sama-sama diem. Duh, dewasa banget sih ni anak?


"Emang kenapa?" tambah dia. "Takut ya gak kebagian prince charming impian lo? Lo sih jadi cewek udah gendut, pesek, sipit lagi. Gak ada pantes-pantesnya lo disandingin sama Prince Charming. hahaha!"


Andai aja ada wajan disini! (buat apa?) kalo tuh wajan diisi minyak n dimasukin kepiting ke dalamnya sampai matang, n keluar asapnya, wuh, gak bakal ada bedanya sama muka aku sekarang. N ntar paling komentar pembeli setelah disediain sepiring kepalaku yang merah merona ini kayak gini: "Loh, mbak, saya pesen kepiting goreng setengah matang, kok dikasih kepiting busuk? mana matanya juling sebelah! Gak mutu banget, sih?!"


Dan Mb Arumy, temen seperjuangan aku di asrama, waktu aku tanya kenapa cowok suka sama cewek cantik,


"Ya kata temen cowokku, tapi cantik kan relatif, tergantung sama selera cowok masing-masing."


Emang sih, kebanyakan orang yang tak tanya jawabannya gitu, cantik itu relatif. Iya, Kawan, aku tahu! (Nah, tuh, tahu!) Tapi entah kenapa rasanya masih ngganjel gitu. (nah, kalo udah kaya gitu, salah siapa coba?) hatiku ya? (berarti?) buang aja ya? (betul!)


"Wajar kan? minus ketemu plus, gitu. Itu sama aja dengan kenapa cewek kok suka sama cowok ganteng!" Kata Santoso -temenku- suatu pagi.


"Beda dong! Soalnya aku pengen ngehubungin dengan kata-kata itu loh: kelemahan cowok ada di matanya, sedangkan cewek ada di telinganya. BTW, jaman sekarang kebanyakan cewek lihat cowok gak dari tampangnya loh. Tapi dari dompetnya, hapenya...."


"Ah, aku gak tahu coz gak pernah ngalami yang seperti itu."


HAH?


Hhh Santoso.... Santoso.... jadi rentenir di kelas aja lancar. Tiap pagi teriak-teriak,"kas..kas..sing belum bayar?" Masa sama cewek gak lancar urusannya? Wah, gawat dong!


Akhirnya aku kepikiran terus. Gimana dong, guZ? Mau makan gak laper, mau tidur gak ngantuk! Hidup mau, atipun ogah! (Loh, kok cari enaknya sendiri?)


Kenapa ya artis kok yang buka-bukaan itu 'cewek', bukan cowok? Kenapa yang butuh lebih banyak peralatan make up itu cewek?


'Ad dunya mata'un. Wa Khoirun mata'un dunya al mar atus solihah.' Dunia itu perhiasan, dan sebaik perhiasan adalah wanita solihah. Nah kan, di dunia ini yang namanya perhiasan, yang cantik, yang indah dipandang itu perempuan, bukan laki-laki. Ih, masa gitu jawabnya???


Kenapa kalo mau pergi sholat Id di hari raya, kita disunnahkan mandi n pake wangi-wangian? Kalo ke masjid, kita dianjurkan buat make pakaian terbaik kita?


Walaupun gak valid, kira-kira kesimpulanku jadi gini: karena Allah itu indah dan menyukai keindahan. Itulah mungkin juga kenapa Ia menfitrahkan kepada cowok -salah satu jenis makhluk ciptaan-Nya- -> menyukai cewek cantik/indah, meskipun emang relatif. Tapi fitrahnya mereka para cowok kan bilang kalo 'gue suka tuh cewek. cantik banget sih! indah dipandang!'. dalam arti ia mengagumi keindahannya.


Emang cewek gak suka sama cowok cakep ya???


Haha, beda bab nih muztinya! But, its ok! Bukan begitu, q copy-pastein lagi ya kata-kata di atas: kelemahan cowok ada di matanya, sedangkan cewek ada di telinganya. Jadi, rasanya (asem, asin, kecut?), tanpa disadari para cewek, walaupun gak semuanya (loh, kok mbulet??), mereka itu tidak menempatkan 'dhohir/fisik' sebagai hal pertama yang perlu di pertimbangkan. (truz apanya dong?) motornya!! hehe, becanda, guZ! Ya pokoknya dari sisi yang lain. Entah dari sifatnya, entah karena 'witing tresno jalaran soko kulino', we dont know!


So??


hey, ada yang mau nyurvey jawaban Ni'am?

Thursday, April 28, 2011

When Love Says . . .

...

Jadi keinget dulu pas MTs n awal-awal MAN gitu, q sering banget cerita sama temen-temen ngomongin tentang ciri-ciri orang sebelum mati (ops, meninggal). Katanya sih ya, si korban malaikat Izrail tuh gak ngerti, malah yang ngerasa ciri-ciri aneh orang yang mau ninggal kaya semisal tiap ketemu orang selalu say gudbye (masa?), tiap lihat makanan bawaannya pengen makaaan mulu (kali aja setannya ngebisikin;"Eh, kalo lo gak puas-puasin makan, ntar gak ada sate n ayam goreng tauk di alam kubur! Malaikat Izrail bukan pelayan restoran yang bisa loe suruh seenaknya: -Malaikat, tanyanya ditunda dulu ya, laper nih! Bisa gak bawain bakso dua porsi, udah tiga hari gak makan sejak hari kematianku hiks hiks. Oh ya, sekalian es campurnya ya, Malaikat! Cuaca panas nih!-, n the last tiap abis sholat nangis sampe guling-guling (kan sadar banyak dosanya kali ya.. hehe).


Mungkin ada yang mikir aku agak paranoid+aneh, akhir-akhir ini aku kepengen segera balikin barang-barang orang yang aku pinjem! Temen-temenku yang kuceritai tentang perasaanku malah jawab gini,"Ya iyalah, 'Am! Pinjem barang orang sampe bertaun-taun gitu, emang yang punya kagak bakal marah apa?! Oh ya, uangku 2 ribu yang kamu pinjem 3 bulan lalu masih di kamu kan?"


Hhhh!!!


Kepikiran dikit n sempet, jangan-jangan aku mau mati?! Masa sih?? Dengan umur 17 tahun gini? Beneran, Rabb?? Happy ending sih jadinya hidupku kalo aku mati dengan senyum, and pas sholat gitu (hwehehe), trus karena aku ini musafir, alias jauh dari rumah, alias aku ini tinggalnya di asrama, aku bakal di kuburin di daerah dekat sekolahku. Dan mungkin kalo kebetulan mak-um (makam umum) disini adanya deket rumah Tama (my classmate yang q pernah ada 'ting ting'). Trus satu hari setelah kematianku, di minggu pagi yang cerah, dia datang sendirian ke makamku bawain bunga sama uang receh, yah maksudku, andai aja ada pengamen di kuburan yang ngedeketin pas dia lagi khusyu'2nya doain aku, daripada ganggu kan?! cepet-cepet aja dikasih duit. Aman toh??


Duh, tapi kok kayanya kedengeran kasihan banget sih; siswi kelas 3 SMA yang mau UAN, tapi mendadak mati malam-malam pas lagi sholat di asramanya! Wah, tapi kalo jangan-jangan itu ternyata kasus pembunuhan, gimana? Hmm,mungkin Tama bakal bilang kaya gini sambil nangis di depan kuburanku, "'Am, hiks hiks, tenang aja! Gue bakal balasin dendam loe! Gue bakal hubungi Conan, detektif paling terkenal dan populer dan cute yang pernah jadi favorit loe. Berapapun biayanya, bakal gue kasih, yang penting gue bisa nemuin siapa yang ngebunuh elo. Bakal gue potong-potong tangannya, gue cincang tubuhnya jadi 93!" Dengan gaya dua tangannya mengepal di depan dada, wajahnya agak mendongak menatap langit, gigi-gigi menyatu dan bergemeretak. Iiiihhh.... lebay abis!!


Dulu waktu aku kelas 2 SMA, ada satu n satu-satunya cewek sekelas yang sama-sama hidup di asrama sama aku, namanya Dewi. Dia tuh tinggiiiii banget, aku aja mungkin cuma sepundak dia dan kalo gak salah, dia malah lebih tinggi dari cowok-cowok di kelasku. Kulitnya kuning, badannya berisi, wajahnya cute, apalagi bulu matanya itu loh, kaya rambut ibu-ibu kota yang agak sepuh mau kondangan; dihespre dan melengkung ke atas setinggi gunung himalaya! Anaknya sih baik, cuma gak stiap waktu. Kadang nyebelin juga, yahh angkanya sekitar 10% nyebelinnya, yang 90% tuh baiiiiiikk banget!


"Hari itu Dek Dewi cantik banget. Hari itu pokoknya cantik banget dia." kata Mb Susianis, kakak kelas kami.


"Jadi hari minggu pagi itu, dia ijin pergi ke aku dan mbak-mbak sekamarnya. Dia mau nonton konsernya WALI ." tambah si mbak.


BTW, tuh band adalah bener-bener favoritnya dia! Kalo sampai ada kesempatan buat bisa ketemu sama personil-personilnya, meski dari lubang tikus sekalipun, gunungpun bakal digali, lembah bakal ditimbun sama dia (wah, rata dong?)! gak ketulungan pokoknya!


"'Am, coba aja lo perhatiin, tulisan nama bandnya aja dimodel kaya arab gitu, n gue denger sih mereka semua dulu anak pondok. Ih, keren banget kan?!" Cerocos Mb Dew suatu hari.


Emang kalo keren, kenapa? Mereka bakal ngantri jadi pacar elo, Mb Dew?


Haduhh, kayanya dunia ini bakal gelap tanpa lampu merk WALI yah!!?


"Ya ampun, 'Am, loe gak tahu perasaan gue! Kalaupun tinggal 10.000 cowok do dunia ini, cuma Maz Fa'ank yang bakal gue pilih. Kalo gak ada, ya gue pilih pacar gue sendiri!" Katanya berapi-api.


Ya iyalah, batinku. Mbak Dew kan bukan homo sapiens alias kaya sapi-sapi kesepian yang mau sama sesama jenis!!


So, lanjut dilanjut, jumat pagi setelah pamitan, dia pergi nonton WALI di kotaku. Gak terlalu jauh tempatnya dari asrama kami. Dan ehmm... dia juga janjian sama pacarnya yang kata Mb Dew, mereka itu saliiiiiiiing mencintai. Mereka pacaran sejak Mb Dew SMP. Dan udah jalan sekitar 4 tahunan gitulah, wiiih. Mantab!


Then, karena tuh WALI concert acaranya dimulai sore hari, sementara tuh waktu masih menunjukkan sekitar 9 pagi ,


"Mas, jalan-jalan dulu yuk!" ajak Mb Dew.


"Hmm, kemana, Dek?"


Mb Dew menyatukan kedua telapak tanganya ke depan dada, matanya merem, kaya Angling Dharma kalo mau ngeluarin jurus ka-me-ha-me.


???


Gak tahu siapa yang ngusulin, gak tahu siapa yang nyetujuin, finally, they decided to go to Turen, suatu daerah di suatu kota di samping kotaku, he? Mereka tepatnya mau kemana kurang ngerti juga sih.


Hari jumat berlalu, sekarang sabtu siang.


"'Am, Ni'am, udah denger kabar?" tanya salah satu asramaku sambil ngos-ngosan setelah lari-lari kaya dikejar anjing ngelindur, berdiri di depanku.


Aku yang masih nyediain tampang cungut blo'on (coz emang blo'on beneran!), diem.


"Udah.."


"Hhh hhh loh, kok datar banget sih? dia kan temen sekelas elo?"


Aku jadi mulai penasaran, "Kabar apaan sih?"


"He? Katanya udah tahu?" Dengan dua mata yang lebih mirip bola pimpong, melotot.


"Gue bilang kan udah....setelah elo kasih tahu!"


"Ahh... ribut ruwet sama elo! Eh, maksud gue, ruwet ribut sama elo!"


"Emang kabar apaan, sih?"


"Mb Dew kemarin sore kecelakaan sama cowoknya, di Turen."


JEDDERR!! Berasa kaya kilat menyambar kepalaku. Kalo aja temenku itu anaknya Dalang,ngomongnya bakal dimulai dengan kata-kata; Bumi gonjang-ganjing, langit kelop-kelop..."


"Becanda loe?"


"Sembilan rius!!!!!!!!!"


"Trus..?"


"Mereka ada di rumah sakit sekarang. Cowoknya koma!"


"Mb Dew?"


"Mb Dew udah gak papa!"


"Syukurlah!"


Pulang sekolah, aku akhirnya langsung ke asrama. Banyak banget yang ngumpul di halaman. Ku samperin deh salah satu temenku yang ngumpul disana.


"Eh, Ta, Perasaan gue Mb Dew mau ke nonton konser ke daerah deket sini kan? Kok bisa nyampe di Turen? Jauh banget?"


"Gak tahu juga! Dia gak pamit sama siapa-siapa kalo mau kesana. Bilangnya deket, tiba-tiba lpl ditemuin nun jauh dimato."


"Mb Dewnya udah pulang kesini belum?" aku penasaran.


"Kutu kupret loe! ya gak lah! Jenazahnya tadi malam udah diantar langsung ke rumah ortunya."


"ha? Tadi gue baru denger cowoknya koma,udah ninggal to sekarang? Innalillah... cepet banget? Kasihan Mb Dew..!" dengan tampang shock!!!


"Kata-kata loe bener yang terakhir, kasihan Mb Dew! Lebih lagi soalnya jenazah yang diantar itu bukan jenazah cowoknya, tapi jenazah Mb Dew!"


HA????


....


Becanda yah????


....



Pingsan yuk!!


Haduh, kalo aja ada orang yang darahnya halal aku bunuh dengan alasan tukang boong, nyebelin, ngeselin, tukang gosip (loh, itu kan Ni'am banget?!), satu-satunya yang bakal aku pilih adalah Reva. Pepatah aku bilang, ngasih makanan tapi bungkusnya doang! Ngasih info kok gak lengkap! Gimana sih??


Aku termenung, nguing nguing nguing... badanku limbung serasa diangkat sama ambulance dibawa ke ... ke kuburan kali ya?? Kaku rasanya. Mati-matian Mb dew tiap hari makan jamur, biar cintanya sama pacarnya juga bisa njamur sampe bertaon-taon (wah, jangan-jangan meninggal coz overdosis makan jamur? HUSS!!), walaupun ditentang mati-matian sama orang tuanya! Bingung cara biar bisa tetep berhubungan, sampe akhirnya dibeliin hape sama sang cowok (pantang nolak rejeki dong, bener kan? HUSS!!)! Bingung teleponan, sampe dibela-belain diem-diem bawa hape ke asrama tempat dia tinggal, walaupun peraturan gag ngebolehin (sekali-kali break the rules kan asik juga!hee).


"Yang penting aturan gue sendiri kan says 'boleh'." jawab dia suatu hari stelah gue tanya. Tetep setia.... tetep sayang.... walaupun jarak umur Mb Dew sama cowoknya sekitar 16 tahun (wow,, menantang!!)! Hmm, kira-kira gini nih fikiran bapaknya yang ketakutan coz mantunya agak seumuran sama beliau; kalo lagi iseng, ngobrolnya sama bapak mertua yang semula mustinya,


"Oh nggih pak! Wau mpun mantun.."


jadi gini;


"Gile banget lo, Sob! masa gue tadi di jalan ketemu sama cewek-cewek bohay gitu, sexy banget!"


Tuh menantu cap tikus apa macan belang???


Tapi, entahlah, sulit mencari satu sisi yang bisa sepenuhnya disalahkan! Karena kita semua tahu, kalo cinta udah bicara, siapa sih yang bisa ngebantah, kecuali Sang Pembuat n Pemiliknya???


^.~